Aneh tapi nyata. Sebuah perasaan ternyata dapat tumbuh tanpa adanya pertemuan antara dua pasang mata. Istilah "dari mata turun ke hati...

Ketemuan

Aneh tapi nyata. Sebuah perasaan ternyata dapat tumbuh tanpa adanya pertemuan antara dua pasang mata. Istilah "dari mata turun ke hati" rasanya tidak berlaku bagi "kita".


Aku dengannya ternyata memiliki perasaan yang sama. Entah dimulai dari kapan, tapi yang terpenting adalah aku sudah menemukan jawaban. Selama ini kukira kita berdua bagaikan langit dan bumi, jauh sekali, tentu aku sebagai bumi bukan langit. Lagi-lagi ternyata, selama ini bukan hanya aku yang mengamati, dia juga.


Lega rasanya, senang tentunya mengetahui bahwa bukan hanya aku yang memiliki rasa. Bukan rasa yang pernah ada, melainkan rasa yang sedang dirasakan. Ajaib, hati yang kukira mati, ternyata bisa tumbuh kembali. Hari-hari yang kukira akan sepi, ternyata bisa ramai kembali. Berkirim pesan dengannya kini menjadi aktivitas yang aku nantikan.


Kuketik tulisan ini ketika aku sedang membayangkan, bagaimana nanti jika suatu saat akhirnya kedua pasang mata ini bertemu. Canggung kah? kuharap tidak.


Kuharap, ketika kita bertemu nanti tidak ada rasa penyesalan dari dirinya. Mungkin, bisa jadi menyesal karena rupaku yang tidak secantik di media sosial. Atau, isi otakku yang ternyata tidak sesuai ekspektasi. Jadi kepikiran, kapan kita ketemuan?


0 Comments: